sponsor
Jumat, 22 Juli 2016
Hari anak nasional merupakan sebuah bentuk penghargaan pada anak agar lebih diperhatikan serius. Hal ini wajar sekali, karena sebelumnya banyak bentuk tidak adilan pada anak seperti: Angelin yang masih terasa dan masih baru peristiwa tindak kriminalitas atas dirinya sehingga menghilangkan nyawa seorang anak yang masih sangat kecil. Dan berikut pendapat kak Seto tokoh pemerhati anak.
Kak Seto berharap Hari Anak Nasional diperingati sebagai momen memperbaharui data tentang segala problematika dan dinamika anak-anak Indonesia. Ia mengaku prihatin karena Indonesia tak punya data statistik tentang aneka peristiwa pahit yang dialami anak-anak. Termasuk juga, Indonesia juga tak punya data tentang berbagai pencapaian positif anak-anak Indonesia.
"Jadi wajar jika kita hanya bisa angkat bahu terkait berapa banyak anak Indonesia yang berjaya di laga eksakta internasional, berapa yang gemilang dalam lomba seni dunia, berapa yang kokoh di kompetisi olahraga dunia, dan berbagai prestasi positif lainnya," imbuhnya.
Kak Seto menambahkan, seluruh pelaku kejahatan terhadap anak mestinya dieksekusi berdasarkan vonis hakim dengan hukuman-hukuman pemberatan, termasuk pembayaran restitusi bagi korban dan pelaksanaan hukuman mati bagi pelaku dewasa. Tindakan tegas itu sebagai bukti kesungguhan Indonesia dalam memerangi kejahatan terhadap anak.
"Dunia usaha memenuhi ajakan UU Perlindungan Anak untuk menyalurkan dana CSR-nya dengan, antara lain memfasilitasi anak-anak yatim dan dhuafa ke kebun binatang, pantai, museum, dan sentra-sentra rekreasi edukatif lainnya. Ya, Hari Anak Nasional patut dijadikan sebagai hari liburan-edukatif nasional," sambungnya.
sumber informasi : okezone
Langganan:
Komentar (Atom)
